Breaking News
"Berita" adalah sajian informasi terkini yang mencakup peristiwa penting, fenomena sosial, perkembangan ekonomi, politik, teknologi, hiburan, hingga bencana alam, baik dari dalam negeri maupun mancanegara. Kontennya disusun berdasarkan fakta dan disampaikan secara objektif, akurat, dan dapat dipercaya sebagai sumber referensi publik.
Grab
Grab
Grab Grab Grabe

Di Balik Stabilitas Pangan PPU, Harga Ikan Kembung Tiba-Tiba Melonjak

Laporan Dinas Ketahanan Pangan PPU mengungkap stabilitas harga sebagian besar sembako, namun ikan pavorit rakyat justru meroket hingga 23%. Apa penyebabnya?

Info Ujoh Bilang- Kabupaten Penajam Paser Utara PPU boleh bernapas lega melihat stabilitas harga sebagian besar komoditas pangan pokok dalam beberapa hari terakhir. Namun, di balik kondisi yang terkendali tersebut, terselip sebuah kejutan yang langsung dirasakan oleh para ibu rumah tangga dan pedagang di pasar tradisional: harga ikan kembung, salah satu sumber protein andalan masyarakat, tiba-tiba melesat naik secara signifikan.

Di Balik Stabilitas Pangan PPU, Harga Ikan Kembung Tiba-Tiba Melonjak
Di Balik Stabilitas Pangan PPU, Harga Ikan Kembung Tiba-Tiba Melonjak

Baca Juga : Pemprov Kaltim Dan DPRD Sahkan APBD Perubahan 2025, Fokus pada Pacu Pembangunan

Berdasarkan pemantauan intensif Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) PPU pada periode 11 hingga 14 September 2025, mayoritas barang kebutuhan sehari-hari menunjukkan grafik harga yang relatif datar. Kepala Disketapang PPU, Mulyono, dalam pernyataannya menyebutkan bahwa situasi secara keseluruhan masih sangat terkendali dan pasokan untuk komoditas utama berjalan lancar.

Benteng Stabilitas: Harga yang Tak Berubah

Data terbaru per Minggu, 14 September 2025, menunjukkan daftar panjang komoditas yang harganya tetap stabil, menjadi penopang ketahanan pangan di PPU:

  • Beras Premium: Rp 17.750/kg

  • Beras Medium: Rp 15.500/kg

  • Daging Sapi Murni: Rp 150.000/kg

  • Telur Ayam Ras: Rp 29.833/kg

  • Minyak Goreng Kemasan (Merek Tertentu): Rp 22.000/kg

  • Minyakita: Rp 18.750/kg

  • Gula Konsumsi: Rp 18.667/kg

  • Cabai Merah Keriting: Rp 50.000/kg

Lonjakan di Tengah Kestabilan: Ikan Kembung dan Kawan-Kawan

Namun, suasana tenang ini sedikit terusik oleh kenaikan pada beberapa komoditas lain. Yang paling mencolok adalah harga ikan kembung yang meroket tajam sebesar 23,81%. Dalam hitungan hari, harga ikan ini naik Rp 8.333, dari sebelumnya Rp 35.000 menjadi Rp 43.333 per kilogram. Kenaikan ini tentu saja menarik perhatian karena ikan kembung merupakan lauk pokok yang banyak dikonsumsi masyarakat.

Ikan kembung bukan satu-satunya yang mengalami kenaikan. Beberapa barang lainnya juga tercatat naik, meski persentasenya tidak sebesar ikan kembung:

  • Daging Ayam Ras: Naik 2,63% (Rp 1.000) menjadi Rp 39.000/kg

  • Tepung Terigu Curah: Naik 5,00% (Rp 500) menjadi Rp 10.500/kg

  • Bawang Putih Bonggol: Naik 2,10% (Rp 833) menjadi Rp 40.500/kg

  • Cabai Rawit Merah: Naik 1,75% (Rp 833) menjadi Rp 48.333/kg

Di sisi lain, ada juga komoditas yang justru harganya mengalami penurunan, seperti bawang merah yang turun 1,6% menjadi Rp 51.333/kg dan ikan bandeng yang turun 1,15% menjadi Rp 28.500/kg.

Mengapa Justru Ikan Kembung yang Naik Drastis?

Lalu, apa yang menyebabkan harga ikan kembung bisa melambung tinggi sementara komoditas lain seperti beras dan sapi stabil?
Fenomena ini diduga kuat disebabkan oleh faktor supply (pasokan). Berbeda dengan beras atau daging sapi yang pasokannya dapat dikelola dan memiliki stok cadangan, hasil tangkapan ikan laut seperti kembung sangat bergantung pada dua hal:

  1. Cuaca dan Gelombang Laut: Cuaca buruk dan gelombang tinggi di Selat Makassar dan perairan sekitar bisa memaksa nelayan untuk tidak melaut (meliburkan diri). Hal ini otomatis mengurangi pasokan ikan yang masuk ke pasar.

  2. Musim Tangkapan: Ada kalanya jumlah hasil tangkapan nelayan untuk ikan jenis tertentu memang menurun secara alami, terlepas dari cuaca.

Ketika pasokan dari tempat pelelangan ikan (TPI) berkurang drastis, sementara permintaan dari masyarakat tetap tinggi, hukum ekonomi berlaku: harga pun terdorong naik. Faktor distribusi dari daerah penangkapan ke pasar-pasar di PPU juga bisa menjadi kendala.

Di Balik Komitmen Pemerintah Daerah

Menyikapi hal ini, Mulyono menegaskan bahwa pihaknya tidak akan berpangku tangan. “Kami akan terus memperketat pengawasan dan berkoordinasi intensif dengan para distributor, supplier, dan pedagang di tingkat pasar untuk memastikan kelancaran distribusi dan ketersediaan stok,” ujarnya.

Ia juga berharap bahwa fluktuasi, terutama pada ikan kembung, hanyalah bersifat sementara. “Kami optimis dengan membaiknya kondisi cuaca dan laut, pasokan ikan akan kembali normal dan harganya akan stabil kembali. Kami berkomitmen penuh untuk menjaga daya beli masyarakat tetap terjaga,” tandas Mulyono menutup pernyataannya.

Masyarakat pun diharapkan tetap tenang dan tidak perlu melakukan pembelian dalam jumlah besar (panic buying) yang justru dapat memicu ketidakstabilan harga di tingkat pengecer.

tokopedia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *