Festival Erau Kukar Diincar Masuk Program Nasional KEN, Diapresiasi Langsung oleh Menteri Pariwisata
Ujoh Bilang- Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Widiyanti Putri Wardhana, menyoroti potensi besar Festival Budaya Erau yang digelar oleh Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur. Dalam kunjungannya untuk menghadiri pembukaan Festival Erau 2025, Menpar Widya mengungkapkan keyakinannya bahwa event kebanggaan masyarakat Kutai ini sangat layak untuk dimasukkan ke dalam program prestisius Kementerian, yaitu Karisma Event Nusantara (KEN).

Baca Juga : Samarinda Diguncang Kasus Keji Ibu Kandung Dan Ayah Tiri Renggut Hak Hidup Anak 10 Tahun
Keberadaan Festival Erau, menurutnya, bukan sekadar perhelatan adat biasa, melainkan sebuah lokomotif ekonomi yang mampu mendorong perputaran ekonomi daerah secara signifikan dan berkelanjutan.
Kami yakin akan adanya dampak berganda (multiplier effect) yang dihasilkan dari perayaan warisan budaya sebesar ini
Dampak tersebut dapat kita rasakan secara nyata melalui geliat perputaran ekonomi, khususnya bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan partisipasi luas masyarakat, ujar Widiyanti Putri Wardhana dengan penuh antusias.
Lebih dari sekadar dampak ekonomi, Menpar Widya juga melihat Erau sebagai platform ampuh untuk mempromosikan destinasi wisata Kukar ke kancah yang lebih luas. “Melalui momentum ini, Kutai Kartanegara memiliki kesempatan emas untuk memperkenalkan kekayaan alam dan budayanya, sehingga tidak hanya dikenal di dalam negeri, tetapi juga mampu bersaing di tingkat dunia. Erau memiliki potensi besar sebagai festival budaya yang bukan hanya menjadi kebanggaan Kukar, melainkan juga kebanggaan bagi seluruh Indonesia,” tegasnya.
Dukungan Konkret dan Langkah Strategis
Rencana memasukkan Erau ke dalam KEN bukanlah wacana mendadak. Terungkap bahwa jauh sebelum perayaan digelar, Menpar Widya telah mendorong agar proses pendaftaran ini segera diselesaikan. Dukungan ini mendapatkan respons positif dari Pemerintah Daerah.
Secara terpisah, Staf Khusus Kementerian Pariwisata, Apni Jaya Putra, memberikan konfirmasi bahwa proses administrasi telah berjalan. “Kami apresiasi karena tata kelola penyelenggaraan event-nya sudah jauh lebih baik. Berdasarkan laporan yang saya terima, festival ini sudah didaftarkan oleh kepala daerah setempat sejak minggu ini,” jelas Apni.
Langkah selanjutnya, Pemerintah Daerah Kukar akan dibimbing untuk melengkapi seluruh persyaratan pendukung sesuai dengan kriteria ketat yang ditetapkan oleh KEN. Apabila telah resmi terdaftar dalam Event of Indonesia, Festival Erau akan mendapatkan dukungan dana stimulus tahunan dari Kemenparekraf untuk menjamin kualitas dan keberlanjutan event.
“Pesan utama dari Ibu Menteri sangat jelas: event sebesar Erau harus mampu melibatkan sebanyak mungkin pelaku UMKM, khususnya di sektor kuliner khas daerah. Dengan begitu, manfaat ekonomi dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat luas. Kriteria utama KEN memang dampak ekonominya bagi komunitas lokal,” pungkas Apni.
Pencanangan target 1,8 miliar pergerakan wisatawan pada tahun 2025 oleh Kemenparekraf menjadikan event-event budaya seperti Erau sebagai pilar utama dalam strategi pemulihan dan akselerasi pariwisata Indonesia.
Pembukaan Meriah dengan Tema yang Mendalam
Pembukaan Festival Erau 2025 berlangsung sangat meriah dan khidmat. Acara ini dihadiri oleh Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, Bupati Kutai Kartanegara, Aulia Rahman Basri, beserta jajaran Forkopimda setempat. Ribuan masyarakat telah memadati lokasi sejak sore hari, menunjukkan antusiasme yang luar biasa terhadap warisan leluhur mereka.
Salah satu momen paling istimewa dalam rangkaian pembukaan adalah ritual seserahan hasil bumi yang dipersembahkan oleh perwakilan dari 20 kecamatan kepada Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura. Prosesi adat ini menggambarkan hubungan yang harmonis antara rakyat, alam, dan kesultanan. Suasana semakin semarak dengan berbagai pertunjukan tari-tarian tradisional yang memukau.
Tahun ini, Festival Erau mengusung tema yang sarat makna: “Menjaga Marwah Peradaban Nusantara”. Dalam sambutannya, Bupati Kukar Aulia Rahman Basri menegaskan bahwa tema ini dipilih sebagai pengingat akan esensi Erau yang jauh melampaui sekadar pesta rakyat.
“Erau adalah simbol kehormatan, kemuliaan, dan jati diri tradisi bangsa. ‘Marwah’ yang kita jaga bersama adalah marwah Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, yang di dalamnya terkandung nilai-nilai luhur, kearifan lokal, dan identitas budaya yang telah membentuk peradaban masyarakat Kukar dan Nusantara pada umumnya,” papar Aulia dengan khidmat.
Ia menambahkan bahwa komitmen untuk melestarikan adat Kutai merupakan bagian integral dari upaya merawat akar sejarah dan peradaban Indonesia. “Nilai-nilai budaya yang terkandung dalam Erau harus senantiasa mencerminkan jati diri Kutai Kartanegara, sekaligus menciptakan rasa aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh masyarakat yang terlibat,” tutupnya.















