Jalan Menuju Bandara yang ‘Tertidur’ di Mahakam Ulu Disulap Warga Jadi Arena Olahraga dan Silaturahmi
Ujoh Bilang- Sebuah pemandangan unik dan penuh semangat hidup kini dapat disaksikan setiap sore di Jalan Bandara, Ujoh Bilang, Kabupaten Mahakam Ulu, Kalimantan Timur. Jalan aspal mulus yang seharusnya menjadi gerbang utama menuju bandara tersebut, justru lebih sering dipadati oleh warga yang sedang berjalan kaki, berlari, atau bersepeda santai. Bagaimana tidak? Bandara yang ditunggu-tunggu itu sendiri masih belum beroperasi, mengubah jalanannya yang sepi menjadi ruang publik dan arena olahraga alternatif yang sangat diminati.

Baca Juga : Gegap Gempita Energi Hijau, Bisu Potensi Pasir Silika
Dengan minimnya kendaraan bermotor yang melintas, suasana di lokasi ini terasa begitu tenang dan jauh dari kebisingan kota. Udara bersih tanpa polusi debu menjadi daya tarik utama, menawarkan kenyamanan dan keamanan yang sulit ditemui di fasilitas olahraga umum lainnya di daerah itu.
Salah satu pengguna setianya adalah Dionisius Ding, warga Ujoh Bilang yang menjadikan jalan bandara sebagai “taman” pribadinya untuk menjaga kebugaran. Hampir setiap hari, ia menyempatkan diri untuk berolahraga di sana.
Di sini lebih enak karena tidak banyak debu dari kendaraan yang lewat
Kalau kita olahraga di pinggir jalan raya lainnya, debunya terlalu banyak dan rasanya kurang menyehatkan, ujar Dionisius, sambil menikmati segarnya udara sore. “Suasana di sangat tenang, cocok untuk melepas penat sambil menjaga kesehatan.”
Namun, di balik manfaat yang dirasakan, ada kesadaran bahwa fasilitas yang nyaman ini bersifat sementara. Dionisius dan warga lainnya menyadari bahwa kemeriahan ini akan berubah ketika bandara akhirnya beroperasi nanti.
“Tentu saja, kalau bandara sudah aktif dan ramai kendaraan umum, pasti kami tidak bisa lagi berolahraga di sini. Jalannya akan kembali dipakai untuk keperluan utamanya,” katanya dengan sikap menerima.
Fungsi jalan bandara ini ternyata melampaui sekadar tempat olahraga
Lokasi tersebut telah bertransformasi menjadi ruang sosial yang hangat bagi komunitas warga Ujoh Bilang. Interaksi yang terjalin di sana menciptakan ikatan kekeluargaan yang lebih erat.
“Awalnya saya tidak kenal dengan banyak orang. Tapi sekarang, hampir setiap sore kami saling menyapa, mengobrol ringan, dan memberi semangat satu sama lain untuk hidup sehat. Ini menjadi nilai tambah yang sangat berharga,” tambah Dionisius dengan senyum.
Fenomena pemanfaatan jalan bandara ini secara tidak langsung menjadi cermin yang memantulkan minimnya fasilitas olahraga publik yang memadai di Mahakam Ulu. Kehadiran ruang terbuka yang aman dan nyaman seperti ini seolah menjadi jawaban atas kebutuhan dasar masyarakat akan tempat beraktivitas.
Dionisius pun menyampaikan harapannya kepada pemerintah daerah. Menurutnya, pembangunan infrastruktur khusus untuk olahraga dan rekreasi akan sangat disambut antusias oleh warga.
“Selama ini belum ada sama sekali fasilitas seperti jogging track atau taman olahraga yang disediakan. Jadi, kalau nanti pemerintah membangun ruang publik yang resmi, aman, dan diperuntukkan khusus bagi warga, pasti akan sangat bermanfaat dan kami akan lebih memilih untuk berolahraga di sana,” pungkasnya penuh harap.















