Breaking News
"Berita" adalah sajian informasi terkini yang mencakup peristiwa penting, fenomena sosial, perkembangan ekonomi, politik, teknologi, hiburan, hingga bencana alam, baik dari dalam negeri maupun mancanegara. Kontennya disusun berdasarkan fakta dan disampaikan secara objektif, akurat, dan dapat dipercaya sebagai sumber referensi publik.
Grab
Grab
Grab Grab Grabe

Rimba Kalimantan Ke Nama Pangkalan Udara Mengenal Legenda Letnan Kolonel Dhomber

Dari Hutan Kalimantan ke Langit Nusantara: Mengenal Sosok Pahlawan Letkol Dhomber

Ujoh Bilang- Dalam lembaran sejarah TNI Angkatan Udara, terselip kisah heroik para pejuang yang mengukir nama dengan darah dan semangat patriotisme. Salah satu nama yang bersinar dari pedalaman Kalimantan adalah Letnan Kolonel (Purn) Dhomber. Bukan hanya dikenang sebagai tokoh militer penting, namanya kini abadi, dijadikan nama Pangkalan TNI AU (Lanud) di Balikpapan. Siapa sebenarnya sang legenda ini? Mari kita telusuri perjalanan hidupnya, dari rimba Kalimantan hingga menjadi pilar intelijen dan pertahanan udara Indonesia.

Rimba Kalimantan Ke Nama Pangkalan Udara Mengenal Legenda Letnan Kolonel Dhomber
Rimba Kalimantan Ke Nama Pangkalan Udara Mengenal Legenda Letnan Kolonel Dhomber

Baca Juga : komitmennya Yang Tak Kenal Waktu Prabowo Gelar Rapat Intensif Di Kediaman Pribadi

Biografi: Putra Dayak dengan Jiwa Pejuang

Letnan Kolonel Dhomber adalah putra sejati bumi Kalimantan Tengah, lahir di Pulang Pisau pada 2 Februari 1924 dari pasangan Fajar dan Leah. Sejak remaja, jiwa pengabdiannya sudah berkobar. Di usia yang sangat belia, 15 tahun, ia memutuskan untuk meninggalkan kampung halamannya dan merantau ke Pulau Jawa. Langkah berani ini dilakoninya untuk satu tujuan mulia: bergabung dengan barisan pejuang dan merebut kemerdekaan Indonesia dari cengkeraman penjajah.

Di kemudian hari, ia membangun rumah tangga dengan Saudah Farida dan dikaruniai lima orang anak. Perjalanan panjangnya berpulang pada 5 November 1997. Sebagai bentuk penghormatan tertinggi, ia dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Indra Pura, Pangkalan Bun, menyandang status sebagai pahlawan lokal dan nasional yang jasanya tak terlupakan.

Pendidikan Militer: Kawah Candradimuka Sang Elang Muda

Bakat dan semangat Dhomber ditempa dalam pendidikan militer yang ketat. Ia tercatat sebagai lulusan Sekolah PARA AURI di Maguwo pada 1947. Pelatihan ini bukanlah pelatihan biasa; ia dirancang khusus untuk mempersiapkan pasukan elit yang akan melakukan operasi payung dan penyusupan ke wilayah Kalimantan yang masih dikuasai tentara Belanda (NICA).

Lebih dari sekadar keterampilan tempur, pendidikan ini membekalinya dengan ilmu yang sangat spesial: teknik infiltrasi, seni penyamaran, dan penguasaan bahasa lokal seperti Solog (Sulu). Kemampuan inilah yang menjadi senjata rahasianya, memungkinkannya menyusup dengan mulus, membangun jaringan intelijen yang luas, dan menjadi ujung tombak Republik di tanah Kalimantan.

Sepak Terjang: Menjadi Mata dan Telinga Republik di Hutan Belantara

Perjalanan militernya adalah sebuah epik penuh strategi dan keberanian.

  1. Mengawali Pengabdian di Medan Lintas Jawa
    Sejak usia 15 tahun, Dhomber sudah turun di kancah Revolusi Kemerdekaan di Jawa. Pengalaman berharganya ini membentuknya menjadi prajurit tangguh. Bersama seniornya, sang legenda Rimba Kalimantan Mayor Tjilik Riwut, ia terlibat dalam perencanaan besar untuk merebut kembali Kalimantan dari cengkeraman NICA.

  2. Operasi Penyusupan: Menjadi “Jose Sabtall” yang Penuh Misteri
    Pada 18 Oktober 1947, Dhomber memimpin operasi penyusupan yang layak disebut sebagai adegan dalam film thriller. Dengan identitas palsu sebagai Jose Sabtall bin Moehamad Djamil, seorang warga Filipina, ia dan timnya berangkat menggunakan pesawat Dakota RI-002.
    Rute yang mereka tempuh pun sangat berliku: menerobos wilayah Filipina, lalu melanjutkan perjalanan dengan kapal laut untuk mencapai wilayah Kesultanan Bulungan dan Tanjung Selor. Kunci keberhasilannya adalah kemahiran berbahasa Solog (Sulu) yang membuatnya mampu mengelabui mata-mata NICA. Dari operasi rahasia inilah, ia berhasil membangun pos penghubung intelijen yang membentang dari Tawao (Sabah, Malaysia), Labuan, Nunukan, Tarakan, Balikpapan, hingga menjalin koneksi dengan pejuang di Filipina dan Singapura.

  3. Merangkul Anak Negeri: Membentuk Tentara Nasional Indonesia di Kalimantan
    Kesuksesan operasi Dhomber membuka jalan bagi langkah strategis berikutnya. Pada 6 Desember 1947, Mayor Tjilik Riwut mendapat mandat untuk membentuk Tentara Nasional Indonesia di Kalimantan. Dalam misi besar ini, Dhomber ditunjuk sebagai pengorganisir utama. Ia adalah jembatan yang menghubungkan komando pusat di Jawa dengan para pejuang dan masyarakat adat di pedalaman Kalimantan. Kemampuannya membaur dan memahami budaya lokal menjadi faktor kunci dalam menyatukan kekuatan.

  4. Membangun Kekuatan Udara di Perbatasan
    Setelah masa perang usai, karier Dhomber terus menanjak di tubuh AURI. Ia dipercaya memegang sejumlah jabatan komandan yang strategis, seperti Komandan Detasemen AURI Balikpapan (1958) dan Komandan Lanud Iskandar (kini Pangkalan Bun, 1961-1963). Pengalamannya di lapangan menjadi fondasi yang kokoh dalam membangun dan mengembangkan pangkalan udara di wilayah perbatasan.

Karier Militer dan Jabatan: Lika-Liku Pengabdian Seorang Patriot

Sepanjang kariernya, Letkol Dhomber menduduki berbagai posisi kunci yang mencerminkan kepercayaan dan kompetensinya:

  • Anggota ADPAU PST MBAU (1952)

  • Kepala Seksi Intel KPU BPD (1954)

  • Komandan Detasemen AURI Balikpapan (1958)

  • Komandan KPU Pangkalan Bun (1960)

  • Perwira DP Panglima Korud II Kalimantan (1966)

  • Perwira Karya Lanud Sjamsudin Noor (1967)

  • Anggota DPRD Tk. I Provinsi Kalimantan Selatan (1968-1971)

  • Pamen DP Lanud Syamsudin Noor (Hingga pensiun tahun 1979)

Penghargaan dan Tanda Kehormatan: Bukti Pengabdian yang Dikenang Negara

Dedikasi dan pengorbanannya diakui negara melalui sederetan tanda kehormatan, antara lain:

  • Bintang Satyalancana Kesetiaan VIII, XVI, XXIV

  • Satyalancana Sapta Marga

  • Satyalancana Wira Dharma

  • Gelar Kehormatan Veteran Pejuang

  • Medali Perjuangan Angkatan 45

  • Tanda Kehormatan Bintang Swa Bhuana Paksa Nararya.

Warisan Abadi: Namanya Abadi di Lanud Dhomber

Sebagai puncak penghormatan atas segala jasa dan pengabdiannya, nama “Dhomber” diabadikan sebagai nama Pangkalan TNI AU di Balikpapan, Kalimantan Timur. Pengukuhan resmi Lanud Dhomber dilakukan melalui Keputusan Kepala Staf Angkatan Udara Nomor Kep/660a/VI/2018 tanggal 11 Juli 2018.

Kini, Rimba Kalimantan Lanud Dhomber tidak hanya menjadi monumen hidup bagi sang pahlawan, tetapi juga memegang peran strategis yang semakin vital. Seiring dengan pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara yang letaknya berdekatan dengan Balikpapan, Lanud Dhomber menjadi benteng pertahanan udara nasional yang paling depan, mengawal langit Ibu Kota baru Indonesia—sebuah tugas mulia yang sangat sejalan dengan semangat perjuangan Letkol Dhomber sendiri.

Dari seorang pemuda Dayak yang penuh cita-cita, ia menjelma menjadi simbol keteguhan, kecerdikan, dan cinta tanah air yang tak terbatas. Letkol Dhomber adalah bukti bahwa pahlawan sejati lahir dari setiap sudut Nusantara.

tokopedia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *