PUPR-Pera Kaltim Gasak Proyek Infrastruktur, Kejar Target dan Minimalkan Anggaran Mengendap
Ujoh Bilang- Dengan sisa waktu kurang dari dua bulan menutup tahun anggaran 2025, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Perumahan Rakyat (PUPR-Pera) menggelorakan semangat percepatan penyelesaian seluruh proyek infrastruktur. Suasana di lapangan pun terasa dinamis, penuh dengan semangat untuk menyelesaikan pekerjaan tepat waktu dan memastikan setiap rupiah anggaran rakyat terserap optimal.

Baca Juga : Narasi Hidup Dan Jiwa Masyarakat Di Tanah Paser
Kepala Dinas PUPR-Pera Kaltim, A.M Fitra Firnanda, yang akrab disapa Nanda, menegaskan komitmen ini. “Ibarat balap maraton, kita sudah di tikungan terakhir. Fokus kita sekarang adalah sprint terakhir untuk memastikan semua target terkejar sebelum tutup buku,” ujarnya ketika ditemui pada Senin, 13 Oktober 2025.
Strategi Percepatan: Tambah Personel dan Optimalisasi Waktu
Nanda membeberkan sejumlah strategi yang telah ditempuh untuk memacu laju pekerjaan. Ritme kerja di lokasi proyek ditingkatkan secara signifikan. “Kami melakukan terobosan dengan penambahan tenaga kerja dan peralatan berat di titik-titik kritis. Tidak hanya itu, sistem kerja bergilir (shift) juga diterapkan untuk memastikan mesin dan aktivitas tidak berhenti, memanfaatkan setiap jam yang ada dengan maksimal,” jelasnya.
Langkah-langkah akselerasi ini, menurut Nanda, bukan hanya tentang mengejar waktu fisik, tetapi juga memiliki tujuan fiskal yang strategis: menekan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA). “Dengan menyelesaikan pekerjaan sesuai jadwal, penyerapan anggaran menjadi lebih optimal. Ini adalah upaya kami untuk memastikan dana publik tidak mengendap dan benar-benar diwujudkan menjadi infrastruktur yang bermanfaat bagi masyarakat,” tandasnya.
Realisasi 56%, Fokus pada Peningkatan Konektivitas
Saat ini, realisasi penyerapan anggaran di tubuh Dinas PUPR-Pera Kaltim telah mencapai 56 persen. Angka ini menjadi bahan bakar sekaligus peta navigasi untuk memprioritaskan proyek-proyek yang membutuhkan perhatian lebih.
Aktivitas pembangunan didominasi oleh program peningkatan jalan, dengan dua kabupaten menjadi pusat perhatian utama. “Secara keseluruhan, proyek kami tersebar merata di semua kabupaten dan kota. Namun, porsi terbesar tahun ini memang terkonsentrasi di Kutai Barat dan Kutai Timur. Volume inilah yang membuat percepatan di dua wilayah tersebut menjadi kunci,” sambung Nanda.
Selain proyek jalan, pembangunan Gedung Perawatan Pandurata di RSUD AW Syahranie juga terus dikebut. Meski demikian, Nanda menegaskan bahwa fokus penyelesaian akhir tahun 2025 lebih diarahkan pada infrastruktur jalan dan jembatan.
Dinamis Alasannya sederhana namun sangat fundamental. “Jalan dan jembatan adalah urat nadi perekonomian dan mobilitas sosial. Penyelesaiannya secara langsung mempengaruhi dan meningkatkan konektivitas antardaerah, memperlancar distribusi barang, memangkas biaya logistik, dan pada akhirnya mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif di seluruh penjuru Kaltim,” pungkasnya menutup wawancara.















