Breaking News
"Berita" adalah sajian informasi terkini yang mencakup peristiwa penting, fenomena sosial, perkembangan ekonomi, politik, teknologi, hiburan, hingga bencana alam, baik dari dalam negeri maupun mancanegara. Kontennya disusun berdasarkan fakta dan disampaikan secara objektif, akurat, dan dapat dipercaya sebagai sumber referensi publik.
Grab
Grab
Grab Grab Grabe

Melayani Dengan Hati Dan Kasih Fondasi Kepemimpinan Angela dang Belawan Di Mahulu

Bupati Mahulu Angela Idang Belawan: Memimpin dengan Hati, Mengabdi dengan Kasih

Ujoh Bilang Suasana khidmat dan penuh syukur menyelimuti Gereja Katolik Stasi Bonifasius Ujoh Bilang, mengiringi Misa Syukur untuk menyambut terpilihnya Bupati dan Wakil Bupati Mahakam Ulu (Mahulu) periode 2025–2030. Dalam momen yang penuh makna ini, Bupati terpilih, Angela Idang Belawan, menyampaikan pesan mendalam yang menjadi fondasi kepemimpinannya kelak: kepemimpinan adalah amanah suci untuk melayani dengan hati dan kasih.

Melayani Dengan Hati Dan Kasih Fondasi Kepemimpinan Angela dang Belawan Di Mahulu
Melayani Dengan Hati Dan Kasih Fondasi Kepemimpinan Angela dang Belawan Di Mahulu

Baca Juga : Penantian Panjang Para Guru Bersertifikat Ketika Kompetensi Tak Jamin Panggung Pengabdian

Misa yang dipimpin langsung oleh Uskup Agung Samarinda, Mgr. Yustinus Harjosusanto, MSF, ini dihadiri oleh segenap pimpinan dan elemen masyarakat, menandakan sebuah awal yang disatukan dalam doa dan harapan. Tampak hadir Wakil Bupati terpilih Suhuk, Bupati periode sebelumnya, jajaran Forkopimda, pejabat Pemkab, para pastor dan suster, tokoh agama, serta umat Katolik yang berdatangan dari berbagai stasi di sekitar ibu kota kabupaten.

Lebih dari Sekadar Kemenangan Politik: Sebuah Buah Doa dan Kepercayaan

Dalam sambutannya yang penuh ketulusan, Angela Idang Belawan, yang tercatat sebagai Bupati perempuan pertama Mahakam Ulu, menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas penyertaan Tuhan dan kepercayaan yang diberikan oleh masyarakat Mahulu.

“Terpilihnya kami berdua bukan semata-mata hasil dari sebuah perjuangan politik,” ujarnya dengan mata berbinar. “Ini adalah buah dari doa yang tak putus, dukungan yang tulus, dan kepercayaan mulia dari seluruh rakyat Mahakam Ulu yang memiliki harapan besar untuk masa depan daerah kita yang lebih gemilang.”

Angela menegaskan bahwa jabatan yang akan diembannya adalah sebuah tanggung jawab besar, bukan sebuah tanda kejayaan pribadi. Dengan suara yang tegas namun penuh kerendahan hati, ia menekankan, “Jabatan ini adalah amanah, bukan anugerah pribadi. Sebuah amanah untuk bekerja dengan hati, memimpin dengan kasih, dan melayani dengan ketulusan yang tulus bagi semua.”

Visi MAHULU MELAJU: Pemerintahan Hadir sebagai Pelayan

Sebagai kompas perjalanan pemerintahan selama lima tahun ke depan, Angela dan wakilnya akan berpijak pada visi MAHULU MELAJU (Maju, Merata, Berkelanjutan). Visi ini, menurutnya, hanya akan bermakna jika dijalankan dengan paradigma bahwa pemerintahan adalah sarana pelayanan, bukan menara kekuasaan.

“Kami berkomitmen penuh untuk menegakkan keadilan sosial, memperjuangkan kesejahteraan yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat, serta menjaga kelestarian alam dan kearifan budaya lokal yang telah diwariskan oleh para leluhur kita. Ini adalah warisan berharga yang harus kita jaga bersama untuk generasi mendatang,” tegasnya.

Spiritualitas sebagai Fondasi Kepemimpinan Sejati

Mengutip firman dari Kitab Markus 10:43, “Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu,” Angela mengajak semua pihak untuk merefleksikan hakikat kepemimpinan sejati.

“Ayat suci ini mengingatkan kita bahwa puncak dari sebuah kepemimpinan bukanlah kuasa atau jabatan, melainkan panggilan untuk mengabdi. Besar kecilnya seorang pemimpin diukur dari seberapa besar hati dan tangannya untuk melayani,” pesannya, yang disambut hening dan renungan oleh para hadirin.

Sinergi Membangun Mahulu: Fisik, Mental, dan Spiritual

Di akhir sambutannya, Angela menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Mgr. Yustinus Harjosusanto, MSF, yang telah berkenan memimpin Misa dan memberikan restu bagi pemerintahannya yang baru.

Ia menambahkan bahwa pembangunan yang akan diusung tidak akan berhenti pada pembenahan infrastruktur fisik semata. “Kami akan mengedepankan pendekatan yang holistik, dengan fokus yang sama besarnya pada pembangunan manusia seutuhnya dan penguatan nilai-nilai moral serta karakter. Karena hanya dengan fondasi yang kuat di hati dan pikiran rakyat, Mahulu dapat benar-benar MELAJU dengan mantap dan berkelanjutan,” pungkasnya, menutup pidato yang berhasil menggugah hati dan menanamkan optimisme bagi masa depan Mahakam Ulu.

Sinergi Membangun Mahulu: Fisik, Mental, dan Spiritual

Di akhir sambutannya, Bupati Angela menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Mgr. Yustinus Harjosusanto, MSF. Tak hanya berhenti di sana, ia pun menjelaskan visi pembangunan pemerintahannya secara lebih rinci. Sebagai contoh, pembangunan yang akan diusung tidak akan berfokus pada pembenahan infrastruktur fisik semata. Sebaliknya, pemerintahannya berkomitmen untuk mengedepankan pendekatan yang holistik. “Oleh karena itu, kami akan memberikan porsi yang seimbang untuk pembangunan manusia seutuhnya dan penguatan nilai-nilai moral serta karakter,” jelasnya. Alasannya jelas, karena hanya dengan fondasi yang kuat di hati dan pikiran rakyat, Mahulu dapat benar-benar MELAJU dengan mantap dan berkelanjutan.

Dukungan dan Harapan dari Uskup dan Masyarakat

Menanggapi hal tersebut, Mgr. Yustinus Harjosusanto dalam homilinya menyambut baik komitmen Bupati terpilih. Lebih lanjut, ia menggarisbawahi bahwa kepemimpinan yang melayani sungguh selaras dengan nilai-nilai Injil. Oleh sebab itu, Gereja akan terus mendukung pemerintah dalam membangun kesejahteraan dan keadilan bagi semua umat, tanpa terkecuali.

Di sisi lain, antusiasme masyarakat yang hadir juga terlihat jelas. Misalnya, Maria, salah satu umat dari Stasi Long Bagun, membagikan perasaannya. “Dengan kata lain, kehadiran Ibu Bupati dan seluruh jajaran di tengah-tengah kami ini memberikan rasa optimisme. Akibatnya, kami yakin kepemimpinan beliau akan membawa perubahan yang lebih baik,” ujarnya dengan penuh harap.

Penutup: Sebuah Perjalanan Dimulai dengan Doa

Pada akhirnya, Misa Syukur ini bukan sekadar seremonial. Bahkan, acara ini menandai dimulainya sebuah perjalanan kepemimpinan yang dijiwai oleh spiritualitas dan kerendahan hati. Dengan demikian, langkah pertama Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu periode 2025-2030 telah terpatri dalam doa dan komitmen untuk melayani.

tokopedia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *