Dari Gelap Menuju Terang: 481 Rumah Tangga di Ujung Timur Kutai Akhirnya Nikmati Listrik 24 Jam
Ujoh Bilang- Sebuah babak baru dimulai bagi kehidupan masyarakat di Kecamatan Sandaran, Kabupaten Kutai Timur. Setelah sekian lama bergantung pada jatah listrik yang hanya menyala di malam hari, kini sebanyak 481 kepala keluarga di dua desa, Desa Manubar dan Desa Manubar Dalam, akhirnya menikmati cahaya terang sepanjang hari. Kehadiran listrik 24 jam penuh dari PT PLN (Persero) ini bagai oase di tengah dahaga, mengakhiri penantian panjang warga di daerah pesisir tersebut.

Baca Juga : Ajang Kebersamaan Insan Pers, Porwada PWI Kaltim Resmi Dibuka
Keberhasilan historis ini diwujudkan oleh Unit Induk Distribusi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (UID Kaltimra) melalui UP3 Bontang, dengan strategi optimalisasi pembangkit listrik isolated (terpencil) di Manubar Dalam. Pembangkit yang sebelumnya hanya beroperasi pada waktu-waktu tertentu, kini ditingkatkan kapasitas dan keandalannya sehingga mampu menyala tanpa henti, mengalirkan energi bagi kehidupan warga.
Dampak kehadiran listrik ini pun langsung terasa, jauh melampaui sekadar penerangan di dalam rumah.
Revolusi Kehidupan di Pesisir: Ekonomi, Pendidikan, dan Kesehatan Kini Bergelora
Dengan hilangnya batasan waktu akibat ketiadaan listrik, gelombang produktivitas dan harapan baru pun mengalir deras.
-
Ekonomi Menggeliat: Usaha mikro dan rumah tangga yang sebelumnya terhambat kini bisa bernapas lega. “Ikan tangkapan nelayan kini bisa disimpan lebih lama di kulkas, warung bisa buka sampai malam, dan para pengrajin bisa bekerja lebih leluasa. Listrik 24 jam ini adalah suntikan semangat bagi perekonomian warga kami,” ujar salah seorang tokoh masyarakat setempat.
-
Dunia Pendidikan Terbuka Lebar: Anak-anak sekolah tidak lagi bergantung pada cahaya minyak tanah yang redup untuk mengerjakan tugas di malam hari. Mereka kini dapat belajar dengan penerangan yang memadai dan yang terpenting, membuka jendela ilmu pengetahuan melalui internet. Akses ke dunia digital yang sebelumnya sangat terbatas, kini terbuka lebar.
-
Pelayanan Kesehatan Leband Andal: Puskesmas dan fasilitas kesehatan kini dapat beroperasi dengan lebih optimal. Penyimpanan vaksin di kulkas lebih terjaga, pelayanan darurat di malam hari lebih lancar, dan peralatan medis sederhana dapat digunakan kapan pun dibutuhkan.
Apresiasi dari Pemerintah dan Komitmen Kuat PLN
Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi PLN. “Harapan warga Manubar dan Manubar Dalam akhirnya menjadi kenyataan. Listrik 24 jam bukan hanya tentang kenyamanan, tapi tentang keadilan. Terima kasih kepada PLN yang telah menjawab tantangan geografis dan menghadirkan pembangunan yang inklusif. Kami berharap, desa-desa lain di Kutai Timur dapat segera menyusul merasakan manfaat yang sama,” ujarnya penuh haru.
“Keberhasilan di Sandaran adalah bukti bahwa tidak ada daerah yang terlalu jauh atau terlalu sulit untuk dijangkau oleh terang PLN. Kami berkomitmen penuh untuk memberikan layanan yang andal dan berkeadilan, karena listrik adalah urat nadi peradaban,” tegas Chaliq.
Lebih lanjut, Chaliq menuturkan filosofi di balik program elektrifikasi ini. “Ini bukan sekadar proyek menyalakan lampu. Bagi kami, ini adalah tentang menyalakan harapan. Listrik yang andal adalah kunci pembuka bagi peluang usaha baru, peningkatan kualitas pendidikan, dan perluasan akses pelayanan publik yang lebih bermartabat. Pada hakikatnya, kami sedang menggerakkan kehidupan dan memutus mata rantai ketertinggalan.”
Dengan disinarinya Desa Manubar dan Manubar Dalam, PLN UID Kaltimra semakin mempertegas perannya sebagai penggerak utama pemerataan energi di Kalimantan. Sebuah terang yang tidak hanya menerangi ruangan, tetapi juga masa depan.















