Bupati Bonifasius Belawan Geh Ajak Masyarakat Mahakam Ulu Isi Kemerdekaan dengan Karya Nyata dan Semangat Gotong Royong
UJOH BILANG- Suasana khidmat menyelimuti Lapangan Ujoh Bilang saat ribuan warga Mahakam Ulu Mahulu berkumpul untuk memperingati detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80. Di bawah langit cerah, Bupati Bonifasius Belawan Geh, yang bertindak sebagai inspektur upacara, menyampaikan pesan mendalam tentang makna kemerdekaan dan tanggung jawab bersama dalam mengisi pembangunan.

Baca Juga : Pemprov Kaltim Pacu Pembangunan Jalan Tering-Ujoh Bilang, Anggaran Rp280 Miliar Digelontorkan
Dengan suara lantang penuh semangat, Bupati Bonifasius mengingatkan bahwa kemerdekaan Indonesia bukanlah hadiah, melainkan hasil perjuangan dan pengorbanan para pahlawan. “Merdeka bukanlah akhir perjuangan, melainkan awal dari tanggung jawab kita sebagai generasi penerus. Tugas kita sekarang adalah mengisi kemerdekaan dengan kerja nyata, membangun dari desa hingga pelosok, agar tak ada lagi yang tertinggal,” tegasnya.
Persatuan sebagai Kunci Kedaulatan dan Kesejahteraan
Mengusung tema nasional “Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju”, Bupati menekankan bahwa persatuan adalah fondasi utama untuk mencapai kedaulatan dan kesejahteraan. “Tanpa persatuan, mustahil kita bisa maju. Gotong royong adalah warisan leluhur yang harus kita hidupkan kembali dalam setiap langkah pembangunan,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya tiga pilar utama dalam membangun Mahulu:
-
Silaturahmi yang kuat – Menjalin hubungan baik antarwarga untuk memperkuat kebersamaan.
-
Persaudaraan yang tulus – Menghilangkan ego sektoral demi kemajuan bersama.
-
Semangat gotong royong – Bergerak bersama menyelesaikan masalah tanpa menunggu perintah.
“Namun, semua ini harus dilandasi nilai spiritual. Kita bukan hanya makhluk rasional, tapi juga makhluk yang membutuhkan kebijaksanaan hati,” tambahnya.
Pesan Khusus untuk ASN dan Generasi Muda
Kepada para Aparatur Sipil Negara (ASN), Bupati Bonifasius berpesan agar bekerja dengan integritas dan dedikasi tinggi. “ASN sejati bukanlah mereka yang bekerja karena diperintah, melainkan yang sadar bahwa setiap tindakannya adalah pelayanan. Jabatan hanyalah titipan, tapi integritas adalah warisan abadi,” tegasnya.
Sementara itu, bagi generasi muda Mahulu, ia berpesan agar tak pernah berhenti belajar. “Pendidikan adalah kunci kemajuan. Negara ini akan maju jika anak-anaknya cerdas dan berkarakter. Jangan sia-siakan kesempatan untuk berkembang, karena masa depan Mahulu ada di tangan kalian,” serunya.
Tutup Masa Jabatan dengan Harapan dan Doa
Dalam kesempatan ini, Bupati Bonifasius yang sebentar lagi mengakhiri masa jabatannya, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh masyarakat Mahulu. “Terima kasih atas dukungan dan kepercayaan yang diberikan. Mari terus jaga semangat kebersamaan ini, karena Mahulu hanya akan maju jika kita semua bergerak bersama,” ungkapnya penuh haru.
Ia menutup sambutannya dengan doa dan harapan:
“Kemerdekaan adalah anugerah Tuhan, tetapi membangun bangsa adalah kewajiban kita semua. Dirgahayu Republik Indonesia ke-80! Semoga Tuhan memberkati setiap langkah kita dalam mewujudkan Mahulu yang lebih sejahtera dan Indonesia yang semakin jaya!”
Upacara pun ditutup dengan pembacaan doa dan pelepasan balon merah putih sebagai simbol semangat persatuan dan harapan baru bagi Mahakam Ulu.















