Breaking News
"Berita" adalah sajian informasi terkini yang mencakup peristiwa penting, fenomena sosial, perkembangan ekonomi, politik, teknologi, hiburan, hingga bencana alam, baik dari dalam negeri maupun mancanegara. Kontennya disusun berdasarkan fakta dan disampaikan secara objektif, akurat, dan dapat dipercaya sebagai sumber referensi publik.
Grab
Grab
Grab Grab Grabe

Diskominfo Kaltim Ingatkan Bahaya Kecanduan Gadget pada Anak

Diskominfo Kaltim Tingkatkan Literasi Digital Anak Ciptakan Ruang Internet Aman untuk Generasi Masa Depan

Ujoh Bilang-  Diskominfo Kaltim Internet bagaikan pisau bermata dua—bisa menjadi alat yang bermanfaat,Kecanduan Gadget tetapi juga berpotensi membahayakan jika tidak digunakan dengan bijak. Terlebih lagi bagi anak-anak, yang masih membutuhkan pendampingan untuk menavigasi dunia digital yang begitu luas.

Diskominfo Kaltim Ingatkan Bahaya Kecanduan Gadget pada Anak
Diskominfo Kaltim Ingatkan Bahaya Kecanduan Gadget pada Anak

Baca Juga : Kabupaten Termurah di Kaltim, Hidup Nyaman dengan Budget Minim

Menyikapi maraknya konten negatif seperti pornografi, perjudian online, dan hoaks, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) memperkuat literasi digital sejak dini. Langkah ini diambil sebagai upaya membentengi anak-anak dari ancaman dunia maya sekaligus memastikan mereka dapat memanfaatkan teknologi secara positif.

Anak-anak sebagai “Digital Native” yang Rentan

Kepala Diskominfo Kaltim, Muhammad Faisal, menyatakan bahwa anak-anak masa kini adalah generasi  digital native —mereka lahir dan tumbuh di era teknologi. Namun kemudahan akses internet justru menjadi tantangan besar jika tidak diimbangi dengan pemahaman yang memadai.

Internet bukan musuh, tetapi tanpa pendampingan, ia bisa berubah menjadi ancaman serius. Tugas kita adalah menciptakan lingkungan digital yang aman dan mendidik bagi anak-anak, ” tegas Faisal dalam Seminar Hari Anak Nasional bertajuk  “Pencegahan Pornografi pada Anak di Era Digital”  di Aula Kesbangpol Kaltim.

Fakta Mengejutkan Tingginya Paparan Konten Negatif di Internet

Faisal memaparkan data yang mencerminkan:

  • Pada tahun 2025, diperkirakan  80,66% penduduk Indonesia (229 juta orang)  akan terhubung ke internet, sebagian besar mengaksesnya melalui ponsel pintar.

  • Sebagian besar anak dan remaja menghabiskan  lebih dari 10 jam per hari  di dunia maya.

  • 10% pengguna internet di Indonesia  pernah mengakses situs pornografi, dan  5% lebih banyak  membuka situs judi online.

Ini adalah alarm bagi kita semua. Jika tidak diantisipasi, dampaknya bisa merusak moral dan masa depan anak-anak, ” ujarnya.

Peran Orang Tua Jadi “Teman Digital” bagi Anak

Faisal menekankan bahwa orang tua tidak boleh abai terhadap aktivitas digital anak. Beberapa langkah yang bisa dilakukan antara lain:
menerapkan parental control  untuk memfilter konten berbahaya.
Membatasi waktu penggunaan gawai  agar anak tidak kecanduan.
Membangun komunikasi terbuka  tentang risiko internet, termasuk  cyberbullying , penipuan online, dan konten eksplisit.

Orang tua harus menjadi teman digital bagi anak. Jangan biarkan mereka menjelajah internet sendirian tanpa bimbingan, ” pesannya.

Sekolah Juga Punya Peran Penting

Selain keluarga, lembaga pendidikan juga harus mengambil peran aktif dengan:
Memasukkan literasi digital ke dalam kurikulum , mengajarkan cara mengenali dan melaporkan konten berbahaya.
Melatih guru  agar mampu membimbing siswa dalam menggunakan internet secara bertanggung jawab.

Kolaborasi Pemerintah dan Masyarakat

Pemerintah telah mengeluarkan berbagai regulasi untuk menciptakan ruang digital yang aman, seperti UU ITE dan Perlindungan Anak. Namun, Faisal menegaskan bahwa upaya ini harus didukung oleh seluruh lapisan masyarakat.

Melindungi anak dari konten negatif adalah tanggung jawab bersama. Ini bukan hanya tentang hari ini, tapi investasi untuk masa depan Kalimantan Timur dan Indonesia, ” tutupnya.

Aksi Nyata Edukasi, Pengawasan, dan Dukungan Bersama

Diskominfo Kaltim berkomitmen untuk terus menggelar pelatihan literasi digital, baik untuk orang tua, guru, maupun anak-anak. Dengan sinergi antara keluarga, sekolah, dan pemerintah, diharapkan anak-anak bisa tumbuh menjadi generasi cerdas yang mampu memanfaatkan teknologi secara positif.

tokopedia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *