Breaking News
"Berita" adalah sajian informasi terkini yang mencakup peristiwa penting, fenomena sosial, perkembangan ekonomi, politik, teknologi, hiburan, hingga bencana alam, baik dari dalam negeri maupun mancanegara. Kontennya disusun berdasarkan fakta dan disampaikan secara objektif, akurat, dan dapat dipercaya sebagai sumber referensi publik.
Grab
Grab
Grab Grab Grabe

Isolasi Mahakam Ulu Genjot Pembangunan Jalan Tering-Ujoh Bilang

Jalan Menuju Kemajuan: Pembangunan Jalan Tering-Ujoh Bilang Dikebut, Akhir Isolasi Mahakam Ulu di Ambang Mata

Ujoh Bilang- Selama lebih dari satu dekade, Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) di Kalimantan Timur menyandang status pilu sebagai salah satu wilayah paling isolasi. Sejak pemekarannya pada tahun 2012, harapan akan hadirnya akses jalan darat yang layak bukan lagi sekadar impian, melainkan sebuah tuntutan nyata untuk kesetaraan dan keadilan. Kini, setelah bertahun-tahun menanti, angin segar pun berhembus. Proyek strategis pembangunan jalan Tering menuju Ujoh Bilang, ibu kota Mahulu, sedang genjot dengan target penyelesaian yang jelas.

Isolasi Mahakam Ulu Genjot Pembangunan Jalan Tering-Ujoh Bilang
Isolasi Mahakam Ulu Genjot Pembangunan Jalan Tering-Ujoh Bilang

Baca Juga : Pemprov Kaltim Luncurkan Insentif Baru, Potong Biaya Administrasi Rumah untuk MBR

Mahulu dan Jerat Isolasi yang Membelenggu

Bagi masyarakat Mahulu, Sungai Mahakam adalah urat nadi kehidupan sekaligus simbol isolasi yang membelenggu. Selama ini, segala aktivitas keluar-masuk wilayah, dari urusan logistik hingga perjalanan warga, sepenuhnya bergantung pada transportasi air. Ketergantungan ini memicu efek berantai yang memprihatinkan:

  • Biaya Logistik yang Melambung Tinggi: Harga barang-barang kebutuhan pokok seperti beras, minyak, dan bahan bakar bisa mencapai 2-3 kali lipat harga normal di kota.

  • Perekonomian yang Tersendat: Hasil bumi dan perkebunan masyarakat, seperti karet dan sawit, sulit didistribusikan secara efisien, sehingga nilai jualnya sering ditekan.

  • Akses Pendidikan dan Kesehatan yang Terbatas: Sulitnya menjangkau wilayah ini membuat tenaga pendidik dan medis enggan bertugas, sementara pelajar dan pasien yang membutuhkan rujukan harus menempuh perjalanan panjang dan mahal.

Dialog Publik: Suara Harapan dan Komitmen Nyata

Isu pembelengguan inilah yang mengemuka dalam Dialog Publik TVRI Kaltim yang digelar baru-baru ini. Forum yang menghadirkan Wakil Bupati Mahulu Yohanes Avun, Kasatker Pelaksanaan Jalan Perbatasan Kaltim BBPJN, Mochamad Saktianto, dan Kabid Bina Marga Dinas PUPR-Pera Kaltim, R Hariadi, secara khusus membedah progres pembangunan jalan darat menuju jantung Mahulu.

Dalam dialog tersebut, terkuak komitmen serius pemerintah. Mochamad Saktianto mengungkapkan bahwa pemerintah daerah dan provinsi telah mengalokasikan anggaran senilai Rp206 miliar untuk megaproyek ini. Namun, yang lebih penting dari besarnya anggaran adalah komitmen terhadap kualitas.

“Kalau hanya mengandalkan aspal, maksimal enam bulan sudah rusak. Solusinya harus beton agar bertahan lama. Jangan sampai pembangunan setengah-setengah,” tegas Saktianto, menekankan bahwa jalan ini harus dibangun untuk jangka panjang, bukan sekadar proyek seremonial belaka.

Peta Jalan Menuju Konektivitas: Lebih dari Sekadar Aspal dan Beton

Dari sisi teknis, progres pembangunan telah memiliki peta yang jelas. Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kaltim memastikan pada tahun ini ada tiga paket pekerjaan yang akan dikerjakan, salah satunya adalah peningkatan ruas Tering–Long Bagun sepanjang lebih dari 20 kilometer.

Ruas ini bukanlah jalan biasa. Ia merupakan jalur vital yang akan membuka pintu gerbang baru bagi Mahulu. Komitmen pemprov pun bulat: jalan darat menuju Mahulu ditargetkan rampung paling cepat akhir 2025 dan paling lambat 2026.

Sebuah Jalan untuk Masa Depan

Bagi warga Mahulu, jalan darat ini jauh lebih dari sekadar tumpasan aspal dan beton. Ia adalah simbol pembebasan dari isolasi, jembatan menuju kemajuan, dan urat nadi yang akan memompa kehidupan baru ke dalam setiap sendi perekonomian dan sosial masyarakat.

Dengan jalan yang layak, mimpi-mimpi besar pun bisa diwujudkan:

  • Logistik yang Murah: Biaya pengiriman barang akan turun drastis, yang berimbas pada harga kebutuhan pokok yang lebih terjangkau.

  • Perekonomian yang Berkembang: Hasil bumi dan pariwisata potensial Mahulu dapat dieksplorasi dan diekspor dengan lebih mudah, mendongkrak kesejahteraan.

  • Akses Layanan yang Setara: Layanan kesehatan dan pendidikan yang berkualitas akan lebih mudah dijangkau, mencetak generasi muda Mahulu yang lebih sehat dan cerdas.

Janji penyelesaian jalan pada akhir 2025 kini menjadi harapan besar yang ditunggu sekaligus pengawas yang akan terus didengungkan. Masyarakat Mahulu telah menunggu terlalu lama. Kini, saatnya untuk mewujudkan janji itu dan mengakhiri belenggu isolasi untuk selamanya.

tokopedia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *