Bandara Ujoh Bilang Dipercepat, Siap Jadi Nadi Ekonomi Baru Mahakam Ulu Tahun Depan
Info Ujoh Bilang- Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) bersiap menyambut era konektivitas baru. Pembangunan Bandar Udara Bandara Ujoh Bilang di Jalan Kelekup, Kampung Ujoh Bilang, Kecamatan Long Bagun, kini terus dikebut pengerjaannya. Proyek strategis nasional ini bukan sekadar infrastruktur transportasi, melainkan sebuah pintu gerbang kemajuan yang diharapkan dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi dan memperlancar mobilitas masyarakat di jantung Kalimantan Timur.

Baca Juga : Menpar Widya Festival Erau Kukar Layak Masuk Program Prestisius Karisma Event Nusantara
Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Mahakam Ulu, Ferry A.M., dengan penuh antusias memaparkan progres terkini pembangunan. Menurutnya, pekerjaan tahun ini mencakup secara komprehensif, baik sisi udara maupun darat.
Kami sedang menyelesaikan tahap pertama dengan fokus pada elemen-elemen kunci.
Terminal penumpang, berbagai fasilitas pendukung, dan yang terpenting adalah landasan pacu (runway) tahap awal sepanjang 750 meter akan menjadi fondasi operasional bandara, jelas Ferry.
Namun, visi ke depan jauh lebih besar. Ferry mengungkapkan target jangka panjang dimana landasan pacu akan diekspansi secara bertahap hingga mencapai panjang 2.600 meter. Hal ini membuka peluang untuk didarati oleh jenis pesawat yang lebih besar di masa datang, menghubungkan Mahulu dengan wilayah yang lebih luas.
Tahapan Menuju Operasional
Ferry juga merinci garis waktu yang telah direncanakan. “Insya Allah, jika semua berjalan sesuai rencana, pada akhir tahun ini runway 750 meter beserta terminal dan apron (tempat parkir pesawat) sudah dapat diselesaikan. Tahap selanjutnya pada tahun depan adalah proses perizinan dan sertifikasi sehingga bandara dapat segera dioperasikan untuk penerbangan komersial,” ujarnya.
Dalam masa transisi, pengelolaan bandara akan dilakukan secara bertahap. Dua tahun pertama operasional akan ditangani langsung oleh Dishub Kabupaten Mahakam Ulu. Setelah periode tersebut dan segala standar operasional terpenuhi, pengelolaan akan dialihkan kepada Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.
“Koordinasi dengan pusat telah kami jalankan dengan intensif. Proses sertifikasi bandara telah kami sampaikan dan saat ini sedang berjalan di Kementerian Perhubungan. Komitmen kami adalah memastikan begitu pembangunan fisik rampung dan sertifikasi resmi keluar, Bandara Ujoh Bilang dapat langsung berfungsi secara optimal,” tegas Ferry. Dalam pelaksanaannya, Dishub Mahulu fokus pada aspek perizinan dan administrasi, sementara pengerjaan fisik konstruksi menjadi tanggung jawab Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PU-PR) setempat.
Dampak Strategis bagi Wilayah Perbatasan
Keberadaan Bandara Ujoh Bilang diproyeksikan menjadi game-changer bagi Kabupaten Mahakam Ulu. Bandara ini akan menjadi pintu masuk utama yang lebih efisien, mengakhiri isolasi geografis yang selama ini menjadi tantangan. Bagi masyarakat, ini berarti mobilitas yang lebih cepat, aman, dan nyaman untuk keperluan pendidikan, kesehatan, dan silaturahmi.
Di sisi ekonomi, bandara ini merupakan arteri vital untuk memperlancar distribusi barang, terutama hasil-hasil komoditas unggulan lokal seperti perkebunan dan pertanian. Logistik yang lancar akan menekan biaya distribusi dan meningkatkan daya saing produk Mahulu di pasar regional maupun nasional.















