Menyelami Rimba Taka: Surga Tersembunyi Kaltim yang Siap Menjadi Primadona Wisata 2025
Ujoh Bilang- Sebuah desa di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, bersiap untuk memukau dunia. Rimba Taka, di Desa Rantau Buta, Kecamatan Batu Sopang, baru saja dinobatkan oleh Dinas Pariwisata Kaltim sebagai Desa Rintisan Wisata Kaltim 2025 dalam Anugerah Jambore Desa/Kampung Wisata. Penghargaan ini bukan sekadar piala, melainkan pengakuan atas potensi besar sebuah destinasi yang harmonis menyatukan keindahan alam, kuliner autentik, dan kearifan lokal yang masih terjaga.

Baca Juga : Di Balik Stabilitas Pangan PPU, Harga Ikan Kembung Tiba-Tiba Melonjak
Di bawah naungan Kelompok Sadar Wisata Pokdarwis Rimba Taka yang dipimpin oleh pemuda lokal bersemangat, Bambang Sugiyanto, desa ini mulai membuka diri untuk menawarkan pengalaman wisata yang jauh dari hingar bingar kota.
Perjalanan Menuju Surga yang Memesona
Petualangan menuju Rimba Taka sudah dimulai sejak dalam perjalanan. Berjarak hanya sekitar 10 kilometer atau kira-kira satu jam perjalanan dari ibu kota kabupaten, Tanah Grogot, perjalanan Anda akan dihiasi oleh pemandangan yang semakin hijau dan udara yang semakin segar. Anda akan disambut oleh hamparan hutan lindung yang luas dan perawan, perbukitan hijau yang memeluk cakrawala, serta gemericik sungai-sungai alami yang jernih. Perjalanan ini adalah sebuah proses penyucian diri sebelum benar-benar tiba di jantung ketenangan.
Durian, Bukit, dan Sungai: Trilogi Pesona Rimba Taka
Keunggulan Rimba Taka terletak pada tiga pilar utamanya:
-
Festival Panen Durian: Pesta Rakyat yang Meriah
Setiap musim durian tiba, biasanya antara akhir tahun hingga awal tahun, Rimba Taka berubah menjadi pusat kuliner buah king of fruits yang paling dinanti. Wisatawan dari lokal hingga mancanegara berduyun-duyun untuk menikmati durian segar yang dipetik langsung dari kebun warga. Namun, festival ini bukan sekadar makan durian. Acara ini dikemas dengan kegiatan camping bersama di area perkebunan, menciptakan suasana hangat penuh kebersamaan di bawah langit berbintang. Bayangkan: menghirup aroma durian yang harum, bercengkerama dengan penduduk lokal, dan merasakan sensasi memetik durian langsung dari pohonya—pengalaman sensorik yang sulit dilupakan. -
Kuliner Autentik yang Menggoyang Lidah
Pengalaman wisata tidak akan lengkap tanpa mencicipi hidangan khas. Rimba Taka menawarkan kuliner yang lezat dan otentik. Jelajahi cita rasa ikan sungai bakar yang ditangkap langsung dari sungai jernih desa, dibumbui rempah sederhana namun menggugah selera. Jangan lewatkan juga tempoyak, olahan fermentasi durian yang menjadi sambal khas Kalimantan, memberikan ledakan rasa asam, pedas, dan gurih yang unik. -
Kerajinan Rotan dan Homestay yang Menyatu dengan Alam
Bagi yang menyukai oleh-oleh bernilai budaya, masyarakat lokal dengan tangan terampilnya menghasilkan berbagai kerajinan rotan khas. Anda bisa melihat proses pembuatannya bahkan mencoba membuatnya sendiri. Untuk merasakan kehidupan warga sepenuhnya, Rimba Taka menyediakan paket homestay. Menginap di rumah warga, bangun dengan suara alam, dan terlibat dalam aktivitas sehari-hari mereka adalah cara terbaik untuk menyelami budaya dan kebersamaan yang tulus.
Komitmen Pengembangan untuk Kenyamanan Wisatawan
Menyambut gelar desa rintisan wisata 2025, Pemerintah Desa Rantau Buta bersama Pokdarwis tidak berhenti berinovasi. Mereka gencar membangun dan meningkatkan infrastruktur penunjang. Saat ini, sebuah jembatan beton sepanjang 80 meter sedang dalam pembangunan, begitu pula dengan perpanjangan akses jalan yang disemen dari 3 kilometer menjadi 4,2 kilometer. Upaya ini dilakukan demi satu tujuan: memastikan kenyamanan dan kemudahan akses bagi setiap wisatawan yang ingin menjajaki keindahan Rimba Taka.
“Jadi, yang kami tawarkan bukan hanya sekadar wisata alam biasa,” tegas Bambang Sugiyanto dengan penuh semangat. “Tapi juga pengalaman budaya yang mendalam, petualangan kuliner yang unik, dan nilai kebersamaan yang hangat. Festival Panen Durian akan kami jadikan agenda tahunan yang semakin meriah untuk menyambut semua tamu kami.”
Rimba Taka bukan sekadar destinasi; ia adalah sebuah cerita, sebuah pengalaman, dan sebuah undangan untuk melihat langsung denyut nadi Kalimantan Timur yang asli. Bersiaplah untuk terpukau pada tahun 2025!















